Mengenai Saya

Foto saya
Cinta dunia otomotif khususnya roda 2 dan fokus dalam kampanye keselamatan berkendara (safety riding)

Kamis, 12 Oktober 2017

PERBEDAAN SAFETY RIDING DAN DEFENSIVE RIDING

Para bikers tentulah sering mendengar istilah Safety Riding dan Defensive Riding. Namun tak semua mas Bro dan mbak Sis yang paham dan tahu arti sebenarnya dari kedua istilah tersebut. Bahkan mungkin ada yang sedikit tahu artinya namun sering terbolak-balik/tertukar pemakaian antara kedua istilah tersebut.
Mengacu pada Undang-Undang Lalu Lintas terbaru, yakni UU No. 22 Tahun 2009 maka dapat dibedakan pengertian keduanya adalah sebagai berikut:
Safety Riding adalah perilaku berkendara yang mengacu pada standar keselamatan berkendara yang berlaku di suatu negara. Safety Riding juga bisa disebut sebagai Skill-Based Riding atau berkendara dengan keterampilan dan pengalaman berdasarkan standar keselamatan.

Sementara Defensive Riding adalah perilaku berkendara yang dapat menghindarkan kita dari masalah, baik yang disebabkan oleh orang lain maupun diri sendiri. Jadi bisa disebut bahwa Defensive Riding merupakan versi berkendara yang lebih komprehensif karena tidak hanya butuh keterampilan tapi juga perilaku yang baik. Saat di jalan raya, ada saja hal-hal yang bisa membuat kita terkena masalah. Mungkin karena ketidaktahuan kita mengenai standar berkendara yang benar atau ketidaktahuan pengendara lain mengenai aturan dan cara berkendara yang aman. Berkendara tidak hanya harus aman, efisien, dan benar tetapi juga harus bertanggung jawab. Inilah yang disebut sebagai Behavior-Based Riding.

Menurut data, kecelakaan lalu lintas mayoritas disebabkan oleh faktor manusia. Perilaku yang emosional dan mudah terprovokasi adalah biang utamanya sehingga potensi resiko berkendara jadi meningkat.
Pengemudi defensif adalah mereka yang bisa mengendalikan emosi, tetap tenang, tidak mudah terprovokasi menanggapi kondisi di luar kendaraannya, serta harus memiliki kewaspadaan terus-menerus dan antisipasi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar